kali ini saya akan menjelaskan tentang aturan sinus
Pada ilmu matematika khususnya trigonometri, kita pasti akan menjumpai bab trigonometri. Bagi orang yang sudah cukup lama belajar matematika, pasti sudah tidak asing dengan istilah trigonometri. Sedikit tentang trigonometri, trigonometri berasal dari bahasa Yunani trigonon = tiga sudut dan metro = mengukur. Jadi trigonometri adalah sebuah cabang matematika yang berhadapan dengan sudut segitiga dan fungsi trigonometrik seperti sinus, cosinus, dan tangen. Trigonometri memiliki hubungan dengan geometri, meskipun ada ketidaksetujuan tentang apa hubungannya, bagi beberapa orang, trigonometri adalah bagian dari geometri.
Pada ilmu matematika khususnya trigonometri, kita pasti akan menjumpai bab trigonometri. Bagi orang yang sudah cukup lama belajar matematika, pasti sudah tidak asing dengan istilah trigonometri. Sedikit tentang trigonometri, trigonometri berasal dari bahasa Yunani trigonon = tiga sudut dan metro = mengukur. Jadi trigonometri adalah sebuah cabang matematika yang berhadapan dengan sudut segitiga dan fungsi trigonometrik seperti sinus, cosinus, dan tangen. Trigonometri memiliki hubungan dengan geometri, meskipun ada ketidaksetujuan tentang apa hubungannya, bagi beberapa orang, trigonometri adalah bagian dari geometri.
Di
dalam trigonometri, banyak materi yang di bahas. Salah satunya adalah tentang
aturan sinus. Kali ini saya akan membahas sedikit tentang aturan sinus dan
sejarahnya.
A. Sinus
Sinus (sin) berasal dari bahasa Inggris yaitu sine, dalam
matematika adalah perbandingan sisi segitiga yang ada di depan sudut dengan sisi miring (dengan
catatan bahwa segitiga itu adalah segitiga siku-siku atau salah satu sudut
segitiga itu 90o). Perhatikan segitiga di bawah ini berdasarkan
definisi sinus di atas, maka nilai sinus adalah :
Nilai sinus pada kuadran I dan II adalah
positif. Ada beberapa nilai sudut istimewa pada sinus, yaitu :
B. Hukum Sinus
Tahukah anda apa itu hukum sinus? Kapan hukum sinus di temukan ?
Siapakah pencetusnya ?
Hukum sinus atau aturan sinus adalah
pernyataan tentang segitiga yang berubah-ubah di udara. Hukum sinus ternyata
dicetuskan oleh seorang matematikus Muslim yang berasal dari Persia pada awal
abad ke-11 M. Beliau bernama Abu Nasr Mansur Ibnu Ali Ibnu Iraq atau akrab disapa
Abu Nasr Mansur (960 M – 1036 M). Beliau di lahirkan di kawasan
Gilan, Persia pada tahun 960 M.
Keluarganya
“Banu Iraq” menguasai wilayah Khawarizm (Uzbekistan). Khawarizm merupakan
wilayah yang berdampingan dengan Laut Aral. Di Khawarizm itu pula, Abu Nasr
Mansur menuntut ilmu dan berguru pada seorang astronom dan ahli matematika
Muslim terkenal Abu’l-Wafa (940 M – 998 M). Otaknya yang encer membuat Abu Nasr
dengan mudah menguasai matematika dan astronomi. Kehebatannya itu pun menurun
pada muridnya, yakni Al-Biruni (973 M – 1048 M). Al-Biruni tak hanya
menjadi muridnya saja, tapi juga menjadi koleganya yang sangat penting dalam
bidang matematika.
Abu Nasr Mansur
menghabiskan sisa hidupnya di istana Mahmud di Ghazna. Ia wafat pada 1036 M di
Ghazni, sekarang Afghanistan. Meski begitu, karya dan kontribusianya bagi
pengembangan sains tetap dikenang sepanjang masa.
Abu
Nasr Mansur telah memberikan kontribusi yang penting dalam dunia ilmu
pengetahuan. Sebagian Karya Abu Nasr fokus pada bidang matematika, tetapi ada
beberapa tulisannya membahas tentang astronomi. Dalam bidang matematika, dia
memiliki begitu banyak karya yang sangat penting dalam trigonometri. Kolaborasi
Abu Nasr dengan al-Biruni begitu terkenal. Abu Nasr berhasil menyelesaikan
sekitar 25 karya besar bersama al-Biruni. Dalam bidang Matematika, Abu Nasr
memiliki tujuh karya, sedangkan sisanya dalam bidang astronomi.
Perannya
sungguh besar dalam pengembangan trigonometri dari perhitungan Ptolemy dengan
penghubung dua titik fungsi trigonometri yang hingga kini masih tetap
digunakan. Abu Nasr juga mengembangkan The Spherics of Menelaus yang
merupakan bagian penting, sejak karya asli Menelaus Yunani punah. Karya
Menelaus berasal dari dasar solusi angka Ptolemy dalam masalah bentuk astronomi
yang tercantum dalam risalah Ptolemy bertajuk Almagest.
Karyanya
di dalam tiga buku, buku pertama mempelajari kandungan/kekayaan bentuk
segitiga, buku kedua meneliti kandungan sistem paralel lingkaran dalam sebuah
bola/bentuk mereka memotong lingkaran besar, buku ketiga memberikan bukti dalil
Menelaus. Pada karya trigonometrinya, Abu Nasr Mansur menemukan hukum sinus
sebagai berikut:
Demikan lah
sejarah penemuan hukum / aturan sinus. Lalu untuk penerapannya dikehudupan
nyata, misalnya kita gunakan untuk menghitung panjang sebuah kapal laut yang
akan bersandar di pelabuhan dengan menggunakan sudut deviasi seorang pengawas
di mercusuar yang ketika melihat bagian depan dan bagian belakang kapal
tersebut.



0 comments:
Post a Comment